Wagub Lampung Buka Muswil IX DPW PPNI Lampung
METRO, RATUMEDIA.ID- Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia Chalim, membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung di Hotel AIDIA Grande Kota Metro, Sabtu (29/01/2022).
Muswil IX DPW PPNI Lampung dengan tema “Meningkatkan peran perawat dalam pembangunan kesehatan Desa/Kelurahan Menuju Lampung Berjaya, Indonesia Hebat” sejak 29 hingga 30 Januari 2022 dan diikuti utusan dan peninjau dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Wagub Lampung menyampaikan, tahun 2020 semua negara menghadapi situasi tak mudah. Karena pandemi Covid-19 melanda dunia, tak terkecuali Provinsi Lampung.
Situasi darurat kesehatan yang berefek pada bidang ekonomi, sosial, pemerintahan sangat berpengaruh terhadap pembangunan diberbagai sektor.
Kesehatan merupakan prasyarat utama dalam pembangunan di segala bidang.
Perhatian kepada pihak-pihak yang mengemban tanggungjawab dibidang kesehatan seperti perawat, dokter menjadi sangat penting dan menjadi prioritas utama.
Pemprov Lampung menaruh perhatian penuh kepada Tenaga Kesehatan di Provinsi Lampung yang didalamnya termasuk tenaga perawat.
“Tanpa perawat yang nasibnya berjaya, maka Lampung tidak akan Berjaya,” ucap wanita akrab disapa Nunik ini.
Dia berharap agar Muswil IX DPW PPNI Lampung dapat menghasilkan hal-hal baik untuk kemajuan pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung.
“Ikut berbahagia atas muswil ini semoga mendapatkan hasil-hasil yang baik bagi perawat di Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung, Dedi Afrizal, mengatakan, Muswil IX DPW PPNI Provinsi Lampung salah satu agendanya adalah pemilihan Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung pada pengurus periode selanjutnya.
“PPNI Lampung siap bersinergi dengan Pemprov Lampung untuk mewujudkan pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung,” katanya.
Ketua DPP PPNI Pusat, Dr. Harif Fadhillah, S.Kp.,SH.,M. Kep.,MH., berharap dukungan dan bimbingan Pemprov Lampung dalam upaya pembangunan kesehatan hingga tingkat kabupaten/kota.
Masa pandemi seperti saat ini, perawat di desa dapat jadi sumber informasi untuk mendengar permasalahan-permasalahan kesehatan di desa, sehingga memberikan bahan untuk mengambil langkah kebijakan,” jelasnya. (rls/ncu)