DPR RI dan BKKBN Ajak Masyarakat Wujudkan Program Bangga Kencana
BANDARLAMPUNG, RATUMEDIA.ID- Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra BKKBN dan Anggota Komisi IX DPR RI sukses di GSG Ragom Gawi Sejahtera, Kota Bandarlampung, Senin (14/7/2025).
Dalam sambutan pembukaan, H. Alifudin, SE, MM dalam paparannya menekankan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan nasional.
“Kami di Komisi IX berkomitmen mendukung kebijakan yang berpihak pada keluarga. Program Bangga Kencana harus mampu hadir sebagai solusi konkret dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif dalam program keluarga berencana yang kini lebih menekankan aspek kualitas ketimbang kuantitas.
Sementara itu Plt. Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih yang menjadi narasumber dalam acara tersebut menekankan lima pilar keberhasilan Program Bangga Kencana.
“Pilar pertama yakni Komitmen, yaitu Pentingnya komitmen seluruh pihak dalam mendukung program ini,” ujar Soetriningsih,
Kemudian, pilar kedua yaitu penyebaran informasi intensif berupa sosialisasi yang masif dan konsisten kepada masyarakat dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi efektif. Konsistensi informasi menjadi kunci perubahan perilaku.
“Pilar ketiga yakni peningkatan konvergensi intervensi. Kerjasama yang kuat antar berbagai pihak, dari kementerian/lembaga hingga tingkat desa, dalam pelaksanaan intervensi,” imbuhnya.
Selanjutnya, pilar keempat yaitu ketersediaan bahan pangan bergizi.
Dalam hal ini, langkah yang diupayakan adalah menekankan pentingnya akses terhadap bahan pangan bergizi, khususnya protein hewani.
Soetriningsih mencontohkan protein ikan lele yang memiliki kualitas baik dan terjangkau.
“Pliar kelima yakni penguatan sistem informasi data. Penggunaan SIGA BKKBN sebagai satu-satunya ukuran data resmi untuk Program Bangga Kencana,” terangnya.
Selain kelima pilar itu, Soetriningsih juga menyoroti tiga tantangan utama dalam upaya menurunkan stunting, yakni pola makan, sanitasi, dan perilaku reproduksi.
Dia menekankan peran penting kader Pembina Kesejahteraan Keluarga Berencana Desa (PPKBD) sebagai garda terdepan dalam sosialisasi dan pelaksanaan program.
“Dengan target prevalensi stunting di bawah 20% sesuai standar WHO,” lanjut Soetriningsih. (rls)