Bangun Kolaborasi, Gubernur Silaturahmi bersama Jajaran Pimpinan HKBP
BANDARLAMPUNG, RATUMEDIA.ID —- Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat harmonisasi antarumat beragama serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam acara silaturahmi bersama jajaran pimpinan HKBP di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Minggu (29/3/2026).
Gubernur Mirza menekankan bahwa Provinsi Lampung merupakan daerah yang sangat majemuk dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa, di mana keberagaman suku dan agama menjadi kekuatan utama daerah.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Lampung hidup dalam filosofi “Nemui Nyimah” yakni sikap terbuka, ramah dan menjunjung tinggi persaudaraan terhadap siapa pun yang datang.
“Lampung ini adalah miniatur Indonesia. Hampir semua suku dan agama ada di sini, dan alhamdulillah selama ini kehidupan berjalan rukun. Toleransi sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat,” ujarnya.
Namun demikian, Gubernur Mirza menegaskan bahwa ke depan, Provinsi Lampung tidak hanya berhenti pada nilai toleransi, tetapi akan mendorong terciptanya harmonisasi.
Menurutnya, harmonisasi berarti seluruh elemen masyarakat dapat berjalan bersama, saling melengkapi dan berkolaborasi layaknya sebuah orkestra yang menghasilkan irama yang indah.
“Kita ingin lebih dari sekadar toleransi. Kita ingin harmonisasi. Semua berjalan bersama, meskipun berbeda, tetapi saling menguatkan untuk kemajuan Lampung,” jelasnya.
Gubernur Mirza juga menyoroti pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menilai bahwa peningkatan kualitas SDM tidak hanya menjadi tanggung jawab dunia pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan peran keluarga dan institusi keagamaan.
“Pondasi utama pembangunan adalah kualitas SDM. Di sinilah peran agama menjadi sangat penting sebagai kompas moral dan kekuatan sosial. Kami mengajak seluruh tokoh agama untuk bersama-sama membimbing generasi muda agar memiliki daya saing yang kuat,” tegasnya.
Gubernur Mirza berharap HKBP dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan jemaat dan pengembangan potensi ekonomi daerah.
Sementara itu, Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan menyampaikan bahwa HKBP yang tahun ini akan memasuki usia 162 tahun dan akan terus berkomitmen untuk hadir sebagai mitra pemerintah di mana pun berada, termasuk di Provinsi Lampung yang memiliki sekitar 100 ribu warga Batak.
Ia mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga kerukunan umat beragama serta mendorong moderasi beragama melalui berbagai program, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Kami sangat menghargai komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga kerukunan. Kami siap mendukung dan berkolaborasi untuk menyukseskan program pembangunan di daerah ini,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti berbagai program strategis Pemprov Lampung, seperti pengembangan pupuk organik di sektor pertanian, yang dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol persaudaraan, Ephorus HKBP menyerahkan ulos kepada Gubernur Mirza.
Ulos tersebut melambangkan penerimaan sebagai saudara sekaligus doa agar pemimpin senantiasa mendapatkan perlindungan dan kekuatan dalam menjalankan tugas.
Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Mirza sebagai bentuk simbolis peresmian Gereja HKBP Hajimena Resort Kedaton. (Adpim/Ncu)