Bandar Lampung

DPRD Lampung Minta PPDS FK Unila Berbasis Kebutuhan Daerah

BANDARLAMPUNG – DPRD Provinsi Lampung mendorong penguatan kebijakan pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis kebutuhan daerah. Tujuannya agar penambahan PPDS di FK Universitas Lampung (Unila) benar-benar berdampak pada pemerataan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Wakil Ketua I DPRD Lampung, Kostiana menegaskan, pengembangan dokter spesialis jangan berhenti pada bertambahnya jumlah prodi dan lulusan. Kebijakan itu harus untuk menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten/kota.

“Pengembangan dokter spesialis harus berbasis kebutuhan. Jangan sampai tenaga spesialis hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara daerah lain masih kekurangan,” tegasnya di Bandarlampung, Rabu 13 Agustus 2026.

Pernyataan itu sejalan dengan penambahan empat program PPDS baru di FK Unila, yaitu Penyakit Dalam, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kesehatan Anak, dan Bedah.Dengan tambahan itu, FK Unila kini memiliki enam program PPDS dari sebelumnya dua program.

Menurut Kostiana, momentum ini harus menjadi strategi penguatan sumber daya manusia kesehatan. DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan agar pengembangan dokter spesialis terhubung langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah.

Agar PPDS berdampak nyata, DPRD mendorong pemerintah daerah melakukan memetakan kebutuhan dokter spesialis di setiap kabupaten/kota. Ini sebagai dasar menentukan jenis spesialisasi, jumlah, dan distribusi tenaga medis.

DPRD juga mendorong adanya komitmen pengabdian dokter yang mendapatkan dukungan atau fasilitasi pemerintah daerah dalam mengikuti pendidikan spesialis.

“Dengan begitu, keberadaan PPDS tak hanya menghasilkan lulusan spesialis, tapi juga memperkuat layanan kesehatan di daerah yang membutuhkan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *