DPRD Provinsi Lampung

Sekretaris DPRD Lampung Buka Kejurprov Orado 2026 Piala Gubernur

BANDARLAMPUNG- Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda, membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Provinsi Lampung 2026 memperebutkan Piala Gubernur Lampung. Kegiatan ini di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (18/04/2026).

Membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung, Descatama Paksi Moeda mengapresiasi kejuaraan ini. Menurutnya, olahraga domino sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Permainan ini kerap kita jumpai di warung kopi, teras rumah, hingga berkumpul bersama. Suasana santai dan penuh canda, namun di dalamnya ada strategi, teliti, serta kemampuan membaca langkah lawan,” ujarnya.

Ia menegaskan, dari permainan sederhana dapat lahir kompetisi sehat dan bermartabat. Olahraga, lanjutnya, tak selalu identik dengan aktivitas fisik, tapi juga mampu mengasah kecerdasan, sabar, dan pengendalian diri.

Selain itu, kejuaraan ini jadi sarana mempererat kebersamaan antardaerah. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Lampung hadir membawa semangat dan identitas daerah.

Ia menegaskan Pemprov Lampung mendorong berbagai sektor tumbuh, termasuk olahraga, sebagai bagian pembangunan SDM. Ini guna menyiptakan masyarakat sehat, aktif, dan memiliki ruang berkembang sesuai minat dan potensi.

“Kejuaraan seperti ini jadi bagian penting dalam proses pembinaan. Dari sini akan lahir para pemain terlatih, terbiasa berkompetisi, dan bermental tanding kuat,” ujarnya.

Ketua Pengurus Provinsi Orado Lampung, Budi Dharmawan, menjelaskan, Orado ialah federasi olahraga domino tingkat nasional. Baru deklarasi 7 Januari 2026 di Jakarta.

“Insyaallah minggu depan kejuaraan nasional pertama Orado di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Untuk itu, kejurprov ini ajang seleksi menentukan perwakilan Lampung,” jelasnya.

Ia menambahkan, juara pertama kejurprov ini berhak mewakili Lampung pada kejurnas dan mendapatkan uang pembinaan.

Budi mengakui, atlet kelompok umur masih menjadi pekerjaan rumah karena minat kategori usia dini masih terbatas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *