DPRD Provinsi Lampung

DPRD Lampung Dorong Regulasi Transportasi Online Seimbang

BANDARLAMPUNG – Komisi IV DPRD Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama unsur pemerintah daerah, Ditlantas Polda Lampung, aplikator, dan Aliansi Pengemudi Transportasi Online di Ruang Rapat Besar Komisi IV setempat, Senin (25/5/2026).

Ketua Komisi IV Mukhlis Basri memimpin rapat. Hadir pula anggota Yusnadi, Najiullah Syarif, Tondi M. Ghadafi. Dari aplikator hadir perwakilan Grab, Gojek, Maxim, Shopee, dan Green Smart Mobility.

Rapat membahas status hukum pengemudi, pengaturan tarif, mekanisme bagi hasil, perlindungan sosial, hingga tata kelola hubungan antarpihak dalam penyelenggaraan transportasi berbasis aplikasi.

Peserta menyampaikan pandangan dan masukan mengenai penguatan regulasi yang memberikan kepastian hukum, perlindungan, serta menyiptakan seimbang dalam hubungan antara pengemudi, aplikator, dan pemerintah.

Selain itu, juga menyoroti perlu transparansi mekanisme tarif dan biaya layanan.

Rapat menyimpulkan, dinamika transportasi online di Lampung merupakan isu melibatkan berbagai aspek, baik dari sisi hukum, sosial, ekonomi, maupun tata kelola kelembagaan. Untuk itu, perlu komprehensif agar menyusun regulasi mampu mengakomodasi kepentingan seluruh pihak secara seimbang.

Regulasi jelas dan mekanisme koordinasi antarpihak menjadi bagian penting mendukung ekosistem transportasi online. Selain itu, perlindungan pengemudi serta kepastian mekanisme tarif dan layanan menjadi perhatian bersama menyusun kebijakan.

Komisi IV mendorong penyempurnaan rumusan usulan dan aspirasi forum rapat. Usulan ini akan diformalkan sebagai bahan masukan Pemerintah Pusat sebagai bagian aspirasi daerah.

RDP menghasilkan rekomendasi, yaitu perlu penguatan koordinasi lintas sektor, penyusunan mekanisme pembahasan melibatkan seluruh unsur terkait, dan inventarisasi berbagai data pendukung. Ini guna memperkuat penyusunan kebijakan lebih terukur dan implementatif.

DPRD Lampung berharap komunikasi dan sinergi antarseluruh pihak terus terjalin baik sehingga berbagai dinamika ekosistem transportasi online dapat menyikapi konstruktif. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *