Bandar Lampung

Open House Sekolah Rakyat Lampung, Gubernur Mirza Dorong Lahirkan Generasi Emas

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung di Kota Baru, Jumat 31 Juli 2026. Foto: Pemprov Lampung

LAMPUNG SELATAN – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pendidikan adalah jalan paling efektif memutus rantai kemiskinan. Melalui Sekolah Rakyat, anak dari keluarga kurang mampu mendapat peluang sama meraih masa depan dan menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Begitu kata Gubernur Mirza saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung untuk Orang Tua dan Calon Siswa Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Baru, Lampung Selatan, Jumat 31 Juli 2026.

Open House menampilkan kemampuan siswa binaan 1 tahun terakhir. Mereka tampil sebagai pembawa acara 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, Jepang. Ada pidato bahasa Inggris, Jepang, Arab, atraksi PBB Pasukan Pengibar Bendera, hingga Tari Sigeh Pengunten.

Dari Putus Sekolah ke Berprestasi

Gubernur Mirza menjelaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi memiliki jenjang lengkap SD, SMP, dan SMA. Program inisiatif Presiden ini untuk anak keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah karena ekonomi.

“Tahun lalu kami terima 71 siswa pertama. Ada yang putus sekolah, ada yang kerja bantu orang tua. Hari ini, hanya waktu setahun kemudian mereka bisa bahasa Inggris, Jepang, bahkan Arab. Ini bukti pendidikan berkualitas mengubah hidup,” ujarnya.

Menurutnya, latar belakang ekonomi bukan penghalang berprestasi jika diberi akses layak. Sekolah Rakyat adalah investasi sumber daya manusia berkarakter dan berdaya saing.

Gubernur mengajak para orang tua terus memberikan dukungan dan doa kepada putra-putri mereka selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Kalian bawa harapan orang tua dan seluruh masyarakat Lampung. Di pundak kalian kami titipkan masa depan Lampung lebih baik,” pesan Mirza.

Tanamkan Piil Pesenggiri

Ia menekankan pentingnya nilai kearifan lokal Lampung. Filosofi Piil Pesenggiri dengan nilai Nemui Nyimah, Sakai Sambayan, Nengah Nyappur menjadi bagian membentuk karakter agar siswa unggul akademik sekaligus punya kepedulian sosial, semangat gotong royong, tanggung jawab, serta mampu menjaga kehormatan diri dan daerahnya.

401 Siswa dan Fasilitas

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung, Asis Prasetyo menyebut jumlah siswa kini 401 orang yang terdiri dari 60 siswa SD, 150 siswa SMP, 120 siswa SMA, plus 71 siswa angkatan pertama.

Sekolah mengusung trilogi pendidikan, yakni Memuliakan Wong Cilik, Menjangkau yang Belum Terjangkau, Memungkinkan yang Tidak Mungkin. Sekolah ini menerapkan kurikulum nasional dengan penguatan karakter sistem asrama.

Selain memperoleh pendidikan formal, seluruh siswa mendapatkan fasilitas tinggal di asrama, seragam sekolah, perlengkapan belajar, dukungan pembelajaran digital, makan tiga kali sehari, serta makanan ringan dua kali sehari.

Sekolah juga menerapkan aturan tegas terhadap segala bentuk perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi dan radikalisme. Pelanggaran terhadap ketiga hal itu tak akan ditoleransi, baik oleh guru, tenaga kependidikan maupun siswa.

Cerita Haru Siswa

Gubernur Mirza berdialog dengan Muhammad Ridwan Pratama kelas IX asal Sukaraja, anak buruh bengkel. Kini ia juara karate medali emas dan bercita-cita jadi chef untuk memberangkatkan orang tuanya umrah.

Juga dengan Dewi Bunga Lestari dari Pringsewu yang sempat 2 tahun putus sekolah. Kini ia ingin jadi anggota Polri dan kuliah ke Turki lewat beasiswa.

“Harapan yang sempat putus kini tersambung lagi. Inilah tujuan Sekolah Rakyat,” kata Gubernur. (Pemprov Lampung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *