DPRD Lampung: Pengalihan 9 Desa Harus Buat Pelayanan Lebih Dekat
BANDARLAMPUNG – DPRD Provinsi Lampung menegaskan penyesuaian batas wilayah dan rencana pengalihan sembilan desa dari Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan (Lamsel) ke Kota Bandarlampung harus bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Penataan wilayah jangan berhenti pada perubahan administratif, tapi harus berujung pada pelayanan publik lebih dekat dan berkualitas, pemerataan pembangunan, peningkatan nilai tambah kawasan, serta terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Kajian Teknis Penyesuaian Daerah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur, Selasa 8 September 2026.FGD membahas kajian teknis penyesuaian batas wilayah serta rencana pengalihan sembilan desa di Kecamatan Jati Agung ke Bandarlampung. Sembilan desa itu meliputi Desa Gedung Harapan, Margomulyo, Purwotani, Margodadi, Sinar Rejeki, Gedung Agung, Margorejo, Sumber Jaya, dan Banjar Agung.
Sementara Desa Way Huwi dan Desa Sabah Balau belum termasuk rencana pengalihan, namun keduanya turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan keutuhan penataan kawasan.Aspek Penggabungan WilayahKetua Komisi I DPRD Lampung, Garinca Reza Pahlevi mengatakan aspek paling utama adalah memastikan penggabungan sembilan desa membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik dan lebih dekat.
“Yang paling penting adalah ketika sembilan desa bergabung dari Lamsel ke Bandarlampung, pelayanannya kian baik. Yang dulunya jauh jadi dekat. Seluruh aspek, kesehatan, pendidikan, semuanya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Garinca menegaskan, penataan wilayah harus dilihat dari manfaat konkret yang diterima masyarakat, bukan semata perubahan batas administratif.Selain pelayanan, Komisi I juga melihat adanya potensi nilai tambah kawasan, terutama aspek pertanahan dan perkembangan desa di wilayah perbatasan.
“Desa-desa di kabupaten yang berada di pinggir, nilai tambah terutama aspek pertanahannya kian bertambah. Itu yang kita potret,” katanya. (*)